29 December 2017

Shichi Go San: Tradisi Ribuan Tahun

Perayaan Shichi Go San


Semoga sukses kedepan ya, dik!
Halo kawan – kawan! Ketika mendengar “Jepang”, hal apa yang pertama kali masuk kedalam benak kalian? Negara berteknologi tinggi, rumah dari anime dan manga atau kaya akan kebudayaan adalah hal – hal yang umum dikaitkan dengan Jepang. Nah, Sebagai negara yang kaya akan kebudayaan, ada banyak sekali upacara – upacara tradisional di Jepang loh. Jika sebelumnya saya membahas upacara kedewasaan, sekarang saya akan membahas upacara yang berkaitan dengan anak – anak, yang bernama Upacara Shichi Go San.

Pada zaman heian (794-1192) dahulu, anak – anak sangat rentan terhadap penyakit dan kematian bayi merupakan masalah serius. Oleh karena itu, perayaan terhadap seorang anak yang berhasil menyentuh usia 3 dan 7 tahun untuk perempuan serta 3 dan 5 tahun untuk laki-laki menjadi sebuah tradisi hingga masa kini. Dengan rasa syukur, para orang tua Jepang dahulu menjalankan upacara ini dengan khidmat. Itulah mengapa upacara ini bernama “Shichi Go San” yang berarti Tujuh Lima Tiga”.

Permen chitoseame, yummy!!
Jadi seperti apa sih upacara ini pada zaman modern? Upacara Shichi Go San ini tetap diadakan untuk merayakan pertumbuhan anak dan meminta kepada dewa agar hidup mereka terus diberkahi sepanjang masa. Anak-anak peserta upacara ini diwajibkan mengenakan kimono. Acara yang diadakan di kuil shinto ini juga dihadiri orang tua dari anak – anak tersebut dan tentunya pendeta shinto yang mengadakan upacara. Nah, setelah upacara berakhir anak-anak peserta upacara akan diberikan permen chitoseame (secara harfiah: permen seribu tahun) sebagai penanda panjang umur dan diberkati selalu. Jadi jika kalian punya adik berusia demikian bisa diikutsertakan ke upacara ini nih, asalkan kalian tinggal di Jepang ya, hahaha.

Baiklah, sampai disini dulu ya pembahasan pada hari ini, kawan – kawan. Kita akan berjumpa lagi pada kesempatan berikutnya. Sampai jumpa! 

Sumber :
http://web-japan.org/kidsweb/explore/calendar/november/shichigosan.html
https://www.nippon.com/en/features/jg00043/

23 December 2017

Intip Yuk Apa Itu Seijin Shiki!


Halo kawan – kawan! Apa diantara kalian ada yang sudah berumur 20 tahun? Atau mungkin 17 tahun? Kita semua pasti tahu kalau di Indonesia pada usia 17 tahun kita sudah dianggap dewasa secara hukum seperti diperbolehkan secara legal membuat KTP, SIM, maupun menikah. Ternyata kalau di Jepang itu berbeda loh. Negara Jepang menganggap 20 tahun sebagai usia kedewasaan. Di Jepang, usia 20 tahun adalah batas usia remaja dianggap dewasa. Ketika berusia 20 tahun, remaja Jepang diperbolehkan minum sake, mempunyai SIM, merokok, dan diberikan hak memilih dalam pemilihan umum. Wah, lebih tua 2 tahun ya disana!

Wah, cantik – cantik ya!
Berbeda dengan di Indonesia yang hanya ditandai dengan ulang tahun ke-17 atau sering disebut “sweet seventeen“, di Jepang ditandai dengan mengadakan upacara kedewasaan (Seijin shiki/ 成人式) secara nasional, loh. Semua orang dewasa muda yang telah berumur 20 tahun serta berstatus penduduk akan diundang untuk menghadiri upacara oleh pemerintah setempat. Acara yang dilaksanakan pada hari senin minggu kedua ini biasanya diadakan di gedung pertemuan, ballroom hotel, atau dibalai kota setempat. Sudah terorganisir sekali ya!

Meskipun gondrong, tapi mereka tetap ganteng kok!
Nah, mereka melakukan apa saja sih saat upacara berlangsung? Para wanita yang menjadi peserta Seijin Shiki diwajibkan menggunakan kimono, sedangkan bagi para laki-laki diwajibkan untuk menggunakan pakaian formal seperti kemeja beserta jas atau montsuki yang lengkap dengan haori dan hakama. Dihari itu para peserta upacara akan diberi bimbingan dan nasehat oleh walikota atau kepala daerah setempat untuk membekali para peserta agar siap menjadi dewasa seutuhnya dan masuk ke dalam tatanan masyarakat yang sesungguhnya. Di tengah acara juga akan ada prosesi para peserta minum sake (minuman beralkohol) untuk pertama kali secara legal. Tapi ini tidak banyak kok. Masa selagi upacara berlangsung ada yang mabuk? Hahaha. 

Baiklah, sampai disini dulu ya pembahasan pada hari ini, kawan – kawan. Kita akan berjumpa lagi pada kesempatan berikutnya. Sampai jumpa!

Sumber :
Matkul pertemuan ke-7 Images of Japan (Customs and Rituals), semester 1, Binus University